Iklan

Iklan

Hiduplah Sesuai Kemampuan, Jangan Bergaya Elit Padahal Ekonomi Sulit

Redaksi
Sabtu, 11 Maret 2023, 08:46 WIB


Sastrapunya.com,- Mungkin kita pernah mendengar kisah hidup orang sukses yang berakhir tragis, Mengharapkan Sukses (belum tentu bahagia), Beberapa di antaranya bahkan sempat mengalami gangguan mental, seperti depresi, sebelum mengakhiri hidupnya. Hal ini membuktikan bahwa kesuksesan itu bukanlah segalanya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bisa menyeimbangkan hidup dengan emosi positif, seperti rasa bahagia.


Saya menjadi sadar, bahwa hidup jika terlalu dominan faktor keinginannya, maka hidup kita akan menjadi materialistis, Matre adalah Sikap Yang Hanya Berpusat Pada Materi atau Uang.


Kita akan menjadi orang yang ‘matrebahkan cenderung akan bersikap membabi buta dalam memenuhi keinginan hidup. Bisa jadi segala macam cara akan kita lakukan, terlepas halal dan haram cara yang akan ditempuh. Segala macam tipu daya muslihat akan kita gunakan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, tidak peduli kawan, lawan atau saudara sendiripun kadang-kadang bisa dikorbankan untuk mencapai keinginan kita tersebut.


Hidup jika bersandar pada keinginan, maka hidup kita akan menajadi budak keinginan. Kita akan menjadi budak nafsu yang terus menerus memperturutkan keinginan-keinginan kita tersebut. Tidak sedikit orang tergelincir dalam kemaksiatan disebabkan memperturutkan nafsu keinginan yang tidak bisa dibendung lagi, saling sikut kanan kiri, saling hina dan ejek, saling benci bahkan saling bunuh.


Orang hidup memang harus mempunyai tujuan dan keinginan, tetapi janganlah tujuan dan keinginan tersebut justru menjadi sebab terperosok dalam lembah kemaksiatan. Sebagai orang yang cerdas, seharusnya kita dapat mengontrol dan mengendalikan tiap keinginan yang ada, tidak ceroboh dalam melampiaskan nafsu keinginan dengan jalan-jalan yang salah,

Sebaik-baik keinginan bagi kita saat ini adalah bagaimana kita memiliki keinginan untuk menjadi orang yang taat kepada Allah. 


Menjadi orang yang dikasihani oleh Allah, menjadi orang yang paling dicintai Allah dan menjadi orang yang paling patuh kepada perintah-perintah-Nya. Sungguh keinginan paling tinggi saya, adalah bagaimana menjadi orang yang taat di hadapan Allah, menjadi orang yang dicintai-Nya dan menjadi orang yang dikasihani oleh-Nya. Saya berfikir, kalau kita sudah menjadi orang yang taat dihadapan Allah, maka apapun yang menjadi keinginan kita, insya Allah akan dipenuhi oleh-Nya. Tanpa perlu meminta pun Allah akan memberikan apa yang dibutuhkan oleh hamba-hambanya yang taat.


Bagaimana dengan anda??? Saya kira anda pun akan setuju dengan keinginan saya diatas. Jika anda mempunyai keinginan yang sama dengan saya, pertanyaannya bagaimana langkah-langkah agar kita dapat menjadi hamba yang taat, yang cintai dan dikasihani oleh Allah? Ingatlah bahwa ketaatan bukan sesuatu yang gratis, tetapi ia harus diperjuangkan sehingga anda menjadi orang benar-benar taat kepada-Nya. Ketaaatan harus diminta, bukan ditunggu ia datang dengan sendirinya, ketaatan harus selalu dimohonkan kepada-Nya dalam setiap do'a-do'a yang disertai dengan kemauan untuk menjalankan segala yang diperintahkan dengan konsisten.(*)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hiduplah Sesuai Kemampuan, Jangan Bergaya Elit Padahal Ekonomi Sulit

Terkini

Iklan

Close x